5 Tempat Rafting Di Jawa yang Menantang dan Asyik

Jika menelusuri pulau jawa kalian dapat menemukan pemandangan yang sangat eksotis jika dipandang dengan mata. Mulai dari gunung, wisata yang dibangun oleh manusia sampai ke wisata yang ada di lautan. Kali ini kita akan membahas sungai. Sungai adalah salah satu aliran air yang berada di antara pemukiman warga atau berada diantara daratan. Ada beberapa macam tipe sungai antara lain sebagai aliran untuk persawahan, untuk mencari ikan, untuk mencari hasil tambang, juga bisa untuk olahraga air dan lain-lain. Berbicara tentang olahraga air, menurut kalian apa saja olahraga air? Tentunya yang saya tahu olahraga air yaitu mancing, rafting, dan lain-lain. Rafting adalah olahraga yang sangat memacu adrenalin untuk menghilangkan rasa penat saat melaksanakan aktivitas perkantoran maupun aktivitas pekerjaan sekolahan. Sangat cocok buat kalian yang ingin menghilangkan rasa penat yang kalaian lakukan selama berhari-hari di kantor maupun sekolah. Berikut ini ada beberapa tempat rafting di Jawa yang wajib anda kunjungi :

1. Sungai Palayangan Pangelangan, Jawa Barat

Sungai Palayangan unik karena dapat diarungi sepanjang tahun, dengan debit air relatif stabil, sungai dengan tingkat kesulitan 3-4 ini memakan waktu sekitar  2 jam pengarungan dengan suguhan air yang sangat menantang. Terletak 45 km di selatan Bandung, menjadi surganya para pecinta rafting. Arusnya deras dan lebih cocok untuk pecinta rafting senior. Namun jika pemula ingin menguji tantangan ini, berhati-hati, dan ikuti aturan dengan baik. Sekeliling sungai memiliki panorama bagus yang dikelilingi pohon pinus.

2. Sungai Serayu, Jawa Tengah

Sungai ini terletak di daerah Banjarnegara, Jawa Tengah. Sungai ini adalah salah satu sungai terbesar di Jawa Tengah. Sungai yang membentang dari timur laut ke barat daya, dan sungai ini melintasi lima kabupaten yakni Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Purbalingga, Kabupaten Banyumas, hingga bermuara di Samudra Hindia di wilayah Kabupaten Cilacap. Mata airnya dikenal sebagai Tuk Bima Lukar (mata air Bima Lukar). Kali Serayu mempunyai debit air yang cukup besar kurang lebih 2.866 m³/det. Ada 5 pilihan panjang lintasan : Rejasa 10 km, Boja 14 Km, Randengan 16 Km, Tunggoro 18 Km, Blimbing 26 Km

3. Sungai Pekalen, Probolinggo Jawa Timur

Sungai ini terletah di desa Ranu Gedang, kecamatan Tiris, kabupaten Probolinggo, Propinsi Jawa Timur. Kenapa dinamakan Desa Ranu Gedang. Karena desa ini memiliki banyak sekali pohon pisang ( dalam bahasa jawa gedang disebut juga pisang ). Di sungai pekalen memiliki 2 arus jeram yang tingkat kesulitannya berbeda. Yaitu sungai pekalen Atas dan sungai pekalen bawah. Sungai Pekalen Atas memiliki tingkat kesulitan yang lebih tinggi untuk berarung jeram dibandingkan sungai Pekalen Bawah. Sungai yang bersuber dari mata air Gunung Argopuro denga lebar sungai rata-rata 5-20 meter dan kedalaman air kurang lebih 1-3 meter. Jarak pengarungan dari start sampai finish kurang lebih 12 kilometer yang ditempuh dalam waktu kurang lebih 3 jam. Jika anda ingin mencoba berwisata arung jeram dengan view cantik dan sensasi jeram yang ekstrim, buruan kunjungi http://raftingsonga.com/

4. Sungai Kasembon, Malang Jawa Timur

Secara geografi tempat wisata rafting Kasembon Malang berada di desa Bayem kecamatan Kasembon di Kabupaten Malang, dari arah kota Malang sekitar kurang lebih 1,5 jam. Panjang sungai yang di gunakan adalah 7,5 Km dan di arungi sekitar kurang lebih 2,5 jam. Sungai Kasembon memiliki Boom dari ketinggian 1 – 3 meter dan jeram-jeram yang ekstrim disaat pengarungan dimulai. Dan merupakan arung jeram yang terbaik di Malang dan di Jawa Timur.

5. Sungai Elo, Progo Atas, dan Progo Bawah di Magelang

Arung jeram magelang atau magelang rafting trip yang terbagi menjadi 3 paket yaitu paket wisata arung jeram sungai elo, paket arung jeram sungai progo atas dan paket wisata arung jeram sungai progo bawah merupakan kegiatan pengarungan sungai elo, progo atas dan progo bawah yang terbentang di kabupaten magelang. Sungai Elo memiliki karakter aliran dan banjir relatif stabil, sehingga relatif aman untuk diarungi bak di musim kemarau maupun hujan. Tidak dibutuhkan kemampuan berenang dalam trip ini. Tiap peserta diwajibkan mengenakan pelampung yang disediakan hingga daya apung mencapai 150 kg, helm, dan dayung.