Camp Sinam Pulau Galang, Peninggalan Pengungsi Vietnam

Tempat wisata berikut ini tidak terletak di Pulau Batam tetapi masih terletak di sekitarnya, tepatnya di pulau tetangga yaitu Pulau Galang. Sebuah peninggalan bersejarah berupa bekas kampung Vietnam kini dilestarikan menjadi tempat wisata sejarah. Galang Refugee Camp ini luasnya sekitar 80 hektare. Kampung Vietnam tersebut berada di Desa Sijantung.

Sekitar 250.000 pengungsi dari Vietnam datang ke Pulau Galang untuk menghindari dampak perang saudara pada tahun 1975. Mereka menetap di kampung tersebut sampai dengan tahun 1996. Mereka kabur dari negara mereka dengan menggunakan kapal-kapal kayu. Tiap-tiap kapal mampu menampung 40 hingga 100 orang. Setelah mengarungi lautan mencari daratan, mereka sampai ke Tanjung Pinang, Pulau Natuna, Pulang Galang, dan beberapa pulau lain di Kepulauan Riau.

UNHCR memberikan amanat kepada pemerintah Indonesia untuk menjadikan Pulau Galang sebagai tempat penampungan para pengungsi perang Vietnam tersebut. Keadaan Pulau Galang saat itu belum berpenghuni. Mendapat amanat tersebut, Indonesia dibantu PBB dan pihak-pihak lainnya mendirikan tempat pengungsian dengan fasilitas rumah sakit, sekolah, barak-barak, tempat ibadah, penjara, dll. Selama bertahun-tahun, interaksi para pengungsi dengan dunia luar sangat dibatasi untuk menghindari tersebarnya penyakit Vietnam Rose. Penyakit yang dibawa para pengungsi ini berupa penyakit kelamin yang muncul saat Perang Vietnam.

Saat ini, kondisi kamp tersebut sudah kosong lagi ditinggalkan penduduknya. Rumah-rumah kosong tak terawat tersebut mengingatkan kita kepada latar film Rambo. Film tersebut memang mengambil setting di negara Vietnam. Lantas, apa saja yang dapat kita lihat di Camp Sinam Pulau Galang?

  1. Monumen Perahu

Pengungsi Vietnam membangun sebuah monumen peringatan bernama Monumen Perahu. Mereka ingin mengingat bahwa dengan perahu itulah mereka bisa sampai ke Indonesia. Ukuran perahu yang mengangkut para pengungsi tersebut tidak terlalu besar. Akan tetapi, dengan segala usaha, perahu tersebut dapat mengangkut 100 orang. Sebelum dijadikan monumen, perahu tersebut sempat ditenggelamkan oleh para pengungsi. Mereka memprotes pemerintah Indonesia yang hendak memulangkan mereka kembali ke Vietnam. Protes diterima lalu perahu diangkat untuk direnovasi dan dijadikan monumen. Jika butuh rental mobil hubungi link berikut https://docar.co.id/sewa-mobil-batam

  1. Museum Kampung Vietnam

Sebagai pusat dokumentasi kehidupan di Pulau Galang, Museum Kampung Vietnam menyimpan peninggalan para pengungsi. Foto-foto para pengungsi yang pernah tinggal di situ juga dipajang di dinding museum. Tajuk foto-foto tersebut “Seribu Wajah Kenangan Camp Sinam Pulau Galang” agaknya bisa sedikit membuat terenyuh siapa pun yang melihatnya.

  1. Tempat ibadah untuk penganut berbagai agama

Sebagaimana umumnya sebuah tempat berpenghuni, tempat ibadah menjadi salah satu tempat umum penting untuk masyarakat. Beberapa tempat ibadah di Pulau Galang adalah mushola untuk umat Muslim, Gereja Protestan, Gereja Katolik Nha Tho Duc Me Vo Nhiem, dan Vihara Quan Am tu. Adanya tempat-tempat ibadah ini menunjukkan bahwa warga pengungsi berasal dari berbagai kalangan dan latar belakang serta senantiasa hidup harmonis meskipun terdapat perbedaan kepercayaan.

  1. Humanity Statue Tinhn Han Loai

Patung Kemanusiaan Tinhn Han Loai berada di dekat pintu masuk kamp pengungsi. Patung ini didirikan untuk mengenang Tinhn Han Loai, perempuan pengungsi yang mati bunuh diri.

  1. Rumah Sakit (Hospital Galang Site II) dan Penjara Kampung Vietnam

Kedua bangunan ini, bersama dengan patung kemanusiaan, sering disebut sebagai tempat angker dan penuh misteri. Sesuai dengan fungsi masing-masing, rumah sakit digunakan untuk merawat para pengungsi sedangkan penjara digunakan untuk menahan para pengungsi yang melakukan tindak kejahatan. semua tempat wisata ini bisa anda kunjungi dengan sewa mobil online.