Kisah Hilangnya Mata Air Zam Zam

jual air zam zam
Salah satu hal yang ditunggu-tunggu ketika menunggu kerabat/tetangga atau teman yang pergi ibadah haji adalah kurma asli dan air zam zam. Padahal, untuk mendapatkan air zam zam, kita bisa juga langsung membeli ke tempat jual air zam zam asli secara online atau toko terdekat di daerah anda dengan label NWC (National Water Company) legal dari Arab Saudi.

Seolah tidak pernah mengering, air zam zam diyakini dapat mengeluarkan air hingga 40.000 liter per jam nya. Namun, sebenarnya menurut sejarawan sumur mata air zam zam sendiri pernah hilang dan menjadikan Makkah menjadi dataran yang tandus dan gersang. Banyak para ahli yang berpendapat bahwa hilangnya mata air zam zam tersebut disebabkan adanya faktor geografis seperti banjir bandang yang terjadi di Makkah sebelum kelahiran Rasulullah SAW, beberapa ahli lainnya juga berpendapat bahwa hilangnya air zam zam disebabkan faktor kesengajaan.

Kisah Hilangnya Mata Air Zam Zam karena Faktor Kesengajaan
Kisah hilangnya mata air zam zam yang disebabkan karena faktor kesengajaan merujuk pada kisah Madhadh bin Amru Al Jurhumi. Ia adalah pemimpin Makkah yang hidup jauh sebelum masa Abdul Muthalib. Madhadh bin Amru Al Jurhumi di usir dari Makkah karena terlibat dan kalah dalam peperangan melawan musuhnya, alih-alih pergi dari Makkah, ia menutup sumur air zam zam secara sengaja agar penduduk Makkah tidak memiliki persediaan air yang cukup.

Sumur zam zam yang menghilang selama berabad-abad itu kembali ditemukan pada masa Abdul Muthalib yang merupakan ayah dari Rasulullah SAW. Pada awalnya, Abdul Muthalib bermimpi didatangi seseorang yang menyuruhnya untuk menggali ai zam zam. Pada saat itu keadaan Makkah sangat gersang dan tandus karena dilanda musim panas yang panjang. Akhirnya, Abdul Muthalib menggali tanah yang terletak di tempat penyembelihan hewan kurban hingga akhirnya menemukan patung rusa, baju zirah, dan pedang yang terbuat dari emas dan di yakini milik Madhadh bin Amru Al Jurhumi.

Setelah penemuan tersebut, terjadilah perebutan harta yang ditemukan antara kaum Quraisy, hal itu membuat Abdul Muthalib dan kaum Quraisy menuju tempat hakim di sekitar Syam yang akan mengadili harta yang ditemukannya itu. Selama perjalanan, kehausan melanda Abdul Muthalib dan tiba-tiba tanah yang diinjakan oleh unta nya itu mengeluarkan air jernih yang bisa diminum. Penemuan sumur zam zam tersebut membuat penduduk di Makkah tidak lagi kekurangan air seperti sebelumnya.